Prai Ijing Berteriak Tolak Politik Uang, Konsolidasi Demokrasi
|
Waikabubak, Bawaslu Kabupaten Sumba Barat - sebuah diskusi kecil di tengah hiruk-pikuk isu politik uang, Kampung Prai Ijing "berteriak tolak politik uang". Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, Sri Demu Alemina Br. Bangun, SE bersama Kasubbag pengawasan, Imelda Voni Rowa, S. AP dan staf melaksanakan Konsolidasi Demokrasi dengan Ketua Sie Pengembangan Atraksi/Daya Tarik Wisata, Mardiana W. Bela Mata, SE dan Ketua Sie Pengembangan Usaha dan Pemandu Wisata, Marlin Tobu, S. Pd bersama masyarakat lainnya yang merupakan bagian dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdawis) Kampung Praiijing (27/01/2026).
Masyarakat Kampung Prai Ijing yang merupakan salah satu kampung situs pariwisata di Kabupaten Sumba Barat sudah sadar akan dampak politik uang, citra Kampung Prai Ijing sebagai kampung situs pariwisata akan buruk. Masyarakat lebih mengutamakan keberlangsungan Kampung Prai Ijing, berkomitmen tolak politik uang.
Marlin menyampaikan bahwa "masyarakat Prai Ijing tidak terlalu aktif dalam mengikuti kampanye apalagi bermain politik uang, jadi disini masyarakat sangat takut dengan politik uang karena dengan kemajuan teknologi, jika ada foto atau video lalu diupload ke sosial media akan memperburuk citra Prai Ijing dan bisa saja berdampak pada berbagai hal lain".
Bawaslu Kabupaten Sumba Barat sudah mengambil langkah yang tepat menjadikan Kampung Prai Ijing menjadi salah satu Kampung Anti Politik Uang di Kabupaten Sumba Barat, harapannya ketahanan ekonomi masyarakat melalui pariwisata menjadi modal untuk dengan lantang "Tolak Politik Uang".
"harapannya kampung Prai Ijing akan lebih dikenal oleh masyarat lokal maupun internasional bukan saja dari segi menjaga kearifan lokal untuk keberlangsungan pariwisata, tetapi juga menjaga komitmen dengan menolak politik uang untuk menjaga demokrasi" tandas Sri dalam diskusi konsolidasi demokrasi.