Meningkatnya Public Trust Dipengaruhi oleh Kinerja Kehumasan
humas | Sabtu, Agustus 24, 2024 - 19:24
Waikabubak, Bawaslu Sumba Barat – “kita sebagai pengawas harus mampu menampilkan kreativitas dan meningkatkan kapasitas karena saat ini masyarakat membutuhkan yang menarik dengan memperhatikan kaidah-kaidah penulisan dalam pemberitaan, banyak sekali kegiatan maupun pengawasan-pengawasan yang kita lakukan namun belum semua kita tulis dan dokumentasikan dengan baik”, disampainkan oleh Ketua Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur pada saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi Pengelolaan Kehumasan, Peliputan dan Dokumentasi Serta Informasi Publik, dihadiri oleh 22 Bawaslu Kabupaten/Kota se-NTT yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kupang (24/08/2024).
Magdalena Yuanita Wake, SH., MH selaku Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur pada saat yang sama juga menyampaikan “citra diri dan hasil kerja harus dikemas dengan baik serta alarm pengawasan harus dihidupkan Kembali melalui publikasi”.
“kita hari ini harus berkomitmen untuk membangun yang baru dalam pemberitaan karena kita adalah Lembaga publik oleh karena itu humas harus mampu menjadi corong informasi yang kemudian tidak bisa kita biasa-biasa saja oleh karena itu nanti kedepan kita akan menempatkan orang-orang yang memang memiliki kemampuan dalam kehumasan, tandas Ignasius Jani, S.IP sebagai Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Ignas juga menambahkan bahwa program dan anggaran juga harus mendukung kehumasan karena ini sangat penting untuk kita publikasikan pengawasan kita “takutnya kita dinilai tidak kerja’.
Rapat Koordinasi Pengelolaan Kehumasan, Peliputan dan Dokumentasi Serta Informasi bertujuan meningkatkan kapasitas Pengawas Pemilu dan konsolidasi pelaksanaan tugas Layanan Hubungan Masyarakat dan Informasi Bawaslu menghadapi Pemilihan serentak Tahun 2024, oleh karena itu menghadirkan Bawaslu Provinsi NTT menghadirkan narasumber Mariana A. Nova Letuna, S.Sos yang akrab dipanggil Noya dari akademisi dengan materi teknis penulisan berita.
Noya menyampaikan Bawaslu sebagai Lembaga publik harus mampu menjawab kebutuhan informasi publik yang berkaitan dengan kerja-kerja pengawasan melalui press release dan juga untuk mengcounter isu-isu yang miring/tidak benar.
Turut hadir juga narasumber dari kreator youtube Kaboax dengan membawakan materi cara membuat video pendek yang dapat menarik minat masyarakat, untuk mengikuti seluruh aktivitas pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu.
Akhir kegiatan, Kordiv Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu NTT Amrunur Muh. Darwan, S.Si memaparkan materi tentang Strategi Kehumasan Untuk Pemilihan 2024 “pemberitaan kehumasan Bawaslu dapat dilihat dari dua sisi yaitu sebagai Lembaga yang independen/netral dan kita berafilliasi dengan partai politik melalui pemberitaan, dan perlu diingat bahwa menjadi humas tidak sekedar memposting tetapi menyampaikan informasi yang akurat agar pemahaman regulasi kepada masyarakat baik dengan harapan kita mendapat feedback”.
Harapanya melalui kegiatan ini kehumasan di Bawaslu Nusa Tenggara Timur akan lebih baik kedepan untuk meningkatkan kepercayaan publik terkait kerja-kerja pengawasan yang sudah dilakukan selama ini.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Barat Pdt. Papi B. Ndjurumana, S.Th Bersama staf Humas Fajar D. Bani Mesa.
Humas Bawaslu Sumba Barat