Lompat ke isi utama

Berita

Gen Z Akan Teriak Lebih Keras Untuk Keadilan Pemilu

Mou SMK

Waikabubak, Bawaslu Kabupaten Sumba Barat - Pentingnya edukasi politik secara dini terhadap siswa-siswi dalam merawat demokrasi melalui Pemilu yang LUBER dan JURDIL, Bawaslu Kabupaten Sumba Barat melakukan kerjasama dengan SMK N 1 Waikabubak yang tuangkan dalam MoU Bawaslu Mengajar dengan harapan dapat saling mengisi sesuai bidang dan profesi untuk meningkatkan kapasitas anak-anak bangsa akan pentingnya Pemilu yang berkualitas serta melahirkan pengawas partisipatif yang proaktif akan keberlangsungan Pemilu. 

Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, Pdt. Papi B. Ndjurumana, S.Th bersama Anggota Sri Demu Alemina Br. Bangun, SE dan Yusti Rambu Karadji, S.Th didampingi Kepala Sekretariat, Benyamin U. H. K. Yewang, S.Th menyambangi SMK N 1 Waikabubak untuk menindaklanjuti program Bawaslu yang merupakan terobosan baru yang bertajuk 'Bawaslu Mengajar', Bawaslu kini secara proaktif 'masuk sekolah' untuk memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula yang sangat rentan dengan politik uang, Politisasi SARA, dan Black Campaign.

Papi dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa pelajar  adalah benteng pertahanan paling krusial dalam melawan praktik politik yang merusak demokrasi, dengan besar harapan gen z akan teriak lebih keras untuk keadilan pemilu.

“Bawaslu Mengajar hadir untuk memberikan edukasi sejak dini tentang pentingnya demokrasi yang bersih dan adil. Generasi muda harus dibekali pemahaman tentang hak pilih, integritas, serta peran mereka dalam menjaga proses Pemilu,” ujar Sri

Yusti menambahkan bahwa program Ini bukan sekadar sosialisasi biasa. Program ini dirancang sebagai kurikulum singkat yang membekali siswa dengan pengetahuan praktis untuk menjadi pemilih yang cerdas dan kritis.

Pihak sekolah menyambut hangat inisiatif ini. Yohana Landa selaku Kepala Sekolah SMK N 1 Waikabubak, melihat program ini sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan demokrasi Indonesia. Ia berharap "Bawaslu Mengajar" bisa berjalan secara berkelanjutan.

“Harapan kami, ini sebagai bekal murid serta dapat menanamkan demokrasi dan kesadaran sebagai pemilih pemula pada Pemilu 2029. Mereka jadi menyadari kewajiban sebagai warga negara dan pengetahuan tentang politik di Indonesia bertambah,” ujarnya.

Kegiatan ini adalah implementasi nyata dari visi Bawaslu untuk membangun demokrasi yang berintegritas dari level akar rumput.

Selanjutnya dilaksanakan penandatanganan MoU oleh Kepala Sekolah SMK N 1 Waikabubak dan Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Barat.

smk waikabubak