Lompat ke isi utama

Berita

Tekan Potensi Pelanggaran, Bawaslu Sumba Barat akan Libatkan Tokoh Agama pada Tahapan Pemilu

Gandeng Tokoh Agama

Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, Pdt. Papi B. Ndjurumana, S.Th dan Anggota, Yusti Rambu Karadji, S.Th pengampuh Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa bersama Kepala Sekretariat, Benyamin U. H. K. Yewang, S.TP., M.Si memimpin jalannya pembahasan (02/06/2026)

Waikabubak, Bawaslu Sumba Barat - Matangkan strategi pengawasan untuk Pemilihan Pemilu 2029, Bawaslu Sumba Barat membahas pelibatan tokoh agama secara aktif sebagai langkah preventif untuk menekan potensi pelanggaran di Kabupaten Sumba Barat pada seluruh tahapan Pemilihan Umum (02/06/2026).

Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, Pdt. Papi B. Ndjurumana, S.Th dan Anggota, Yusti Rambu Karadji, S.Th pengampuh Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa bersama Kepala Sekretariat, Benyamin U. H. K. Yewang, S.TP., M.Si memimpin jalannya pembahasan. 

Untuk membuka cakrawala berbikir sebelum dilaksanakan diskusi, Kasubbag Hukum, Andrys B. Tanggela, A.Md membawakan materi Peran Tokoh Agama dalam Pelaksanaan Pemilu & Pemilihan yang di moderator oleh staf, Christian Einy Toda Watu.

t3yhgewr

"Sangat disadari peran tokoh agama sangat sentral dalam kehidupan masyarakat terkhususnya di Kabupaten Sumba Barat, pengaruh tokoh agama dapat menyebabkan polarisasi di antara kelompok-kelompok yang berbeda yang pada akhirnya dapat merusak kohesi sosial dan stabilitas politik, berkaca pada Pemilu dan Pemilihan sebelumnya kehadiran tokoh agama sangat berpengaruh dalam memberikan kesejukan dan menjadi penengah dari setiap masalah yang terjadi di Kabupaten Sumba Barat" ujar Papi Ndjurumana saat diskusi. 

Kehadiran tokoh agama sering dijadikan acuan oleh masyarakat ketika mengambil keputusan politik, baik dalam hal pemilu dan pemilihan, keterlibatan dalam pemilu, maupun dalam menentukan sikap terhadap berbagai isu pemilu yang dapat memecah belah kehidupan masyarakat. Oleh karena  itu Bawaslu Kabupaten Sumba Barat akan melibatkan tokoh agama diseluruh tahapan Pemilu.

"Tokoh agama adalah pilar penting dalam menjaga kedamaian di Sumba Barat, didengar dan dihormati oleh masyarakat. Dengan Bawaslu melibatkan tokoh agama secara aktif, akan mempermudah kerja-kerja pengawasan Bawaslu kedepannya guna memastikan tahapan pemilu akan berjalan jujur, adil, dan bermartabat," ujar Yusti Rambu.

Kepala Sekretariat, Benyamin U. H. K. Yewang, S.TP., M.Si dalam diskusi menyampaikan bahwa "tokoh agama adalah panutan moralitas dalam kehidupan masayarakat. Ketika tokoh agama konsisten menyuarakan kedamaian, masyarakat di akar rumput akan lebih tenang, rasional, dan tidak mudah terprovokasi oleh dinamika politik yang terjadi."

Tahapan Pemilu sangat rawan terjadi gesekan dan pelanggaran administratif maupun tindak pidana pemilihan. Oleh karena itu, pendekatan kultural dan keagamaan dinilai menjadi instrumen yang sangat strategis untuk menjadi penyejuk di tengah hangatnya suhu politik.

eeqd