Lompat ke isi utama

Berita

Organisasi Libatkan Bawaslu dalam Ruang Diskusi Untuk Konsolidasi Demokrasi

ghjkl

Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, Pdt. Papi B. Ndjurumana, S.Th, menerima kunjungan  organisasi mahasiswa Lamboya guna membahas agenda strategis mengenai pelaksanaan kegiatan Konsolidasi Demokrasi (18/05/2026)

Waikabubak, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sumba Barat terus berkomitmen menjaga dan merawat iklim demokrasi di wilayah Kabupaten Sumba Barat dengan menempatkan masyarakat serta organisasi sipil sebagai aktor utama.

Komitmen ini diwujudkan melalui penerimaan kunjungan audiensi dari organisasi mahasiswa Lamboya oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, Pdt. Papi B. Ndjurumana, S.Th, di Kantor Bawaslu Sumba Barat. Kunjungan ini secara khusus membahas agenda strategis mengenai pelaksanaan kegiatan Konsolidasi Demokrasi.

Ketua Bawaslu Sumba Barat, Pdt. Papi B. Ndjurumana, menyampaikan bahwa menjaga kesehatan iklim demokrasi tidak bisa hanya bersandar pada lembaga pengawas saja, melainkan butuh keterlibatan aktif dari elemen masyarakat, termasuk kelompok mahasiswa.

"Masyarakat dan berbagai organisasi kemasyarakatan adalah aktor utama dalam mengawal demokrasi. Kehadiran adik-adik mahasiswa dari Lamboya menjadi energi positif bagi kami untuk terus membuka ruang kolaborasi," ujar Pdt. Papi.

Program Konsolidasi Demokrasi ini merupakan ruang kolaborasi strategis yang diinisiasi oleh Bawaslu bersama organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan masyarakat sipil. Menariknya, kegiatan ini akan terus dijalankan pada masa non-tahapan pemilu guna mempersiapkan pelaksanaan pemilu tahun 2029 secara baik. Langkah proaktif ini didasarkan pada Instruksi Ketua Bawaslu Nomor 2 Tahun 2026. Tujuannya adalah untuk memastikan edukasi politik dan pengawasan partisipatif masyarakat tidak terputus, meskipun kontestasi pemilu sedang tidak berjalan.

Melalui pertemuan ini, Bawaslu Sumba Barat dan organisasi mahasiswa Lamboya sepakat akan saling berbagi informasi terkait kepemiluan kegiatan yang bersifat edukatif. Diharapkan, peran aktif mahasiswa Lamboya ini dapat menjadi pemantik bagi organisasi kepemudaan dan komunitas mumpuni lainnya di Sumba Barat untuk ikut ambil bagian dalam menjaga nalar kritis dan kesehatan demokrasi di tingkat tapak.