Melek Pengawasan, Membutuhkan Literasi Politik Sejak Dini
|
Waikabubak, Bawaslu Sumba Barat - Membumikan pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda. Langkah nyata ini ditunjukkan lewat kunjungan langsung Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, Pdt. Papi B. Ndjurumana, S.Th, bersama Anggota Bawaslu, Yusti Rambu Karadji, S.Th, dan Sri Demu Alemina Br. Bangun, S.E, ke SMAS Katolik Sint Pieter pada Senin (06/07/2026).
Kunjungan strategis ini dilakukan dalam rangka koordinasi sekaligus penyerahan draft Memorandum of Understanding (MoU) untuk mematangkan program "Bawaslu Mengajar".
Melalui kerja sama ini, Bawaslu Sumba Barat berkomitmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga melek terhadap pengawasan pemilu. Dalam pertemuan tersebut, jajaran pimpinan Bawaslu terlibat diskusi panjang dengan pihak sekolah mengenai pentingnya literasi politik sejak dini.
Pdt. Papi B. Ndjurumana menegaskan bahwa ruang kelas harus menjadi awal mula lahirnya pemilih yang cerdas dan kritis.
"Kami percaya, pendidikan adalah benteng pertahanan terbaik melawan kecurangan pemilu. Dengan membekali para siswa pemahaman yang benar, kita sedang merawat masa depan demokrasi kita," ujar Pdt. Papi.
Program "Bawaslu Mengajar" ini didesain agar para siswa di SMAS Katolik Sint Pieter tidak sekadar menjadi penonton atau pemilih pemula yang pasif saat pesta demokrasi tiba. Lebih dari itu, program ini mengemban misi besar untuk membangkitkan jiwa pengawasan partisipatif.
Melalui literasi politik yang intensif, para siswa diharapkan memiliki keberanian dan integritas untuk menjaga lingkungan sekitar mereka dari praktik-praktik kecurangan pemilu, seperti politik uang maupun penyebaran berita bohong (hoax).
Pihak SMAS Katolik Sint Pieter menyambut baik draf MoU dan inisiatif ini. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, menandai sinergi yang kuat antara lembaga pengawas pemilu dan institusi pendidikan demi melahirkan generasi emas Sumba Barat yang sadar akan hak dan kewajiban politiknya.